Community Gathering 2026: GenB Indonesia Perkuat Kolaborasi 21 Komunitas untuk Transisi Energi Berkeadilan
#EnergiMasaKini — Bersama Lebih Kuat, Bergerak Lebih Jauh
Generasi Energi Bersih (GenB) Indonesia menyelenggarakan Community Gathering 2026 di Perpustakaan Nyi Ageng Serang, Jakarta Selatan — mempertemukan 21 komunitas, institusi pendidikan, organisasi, dan individu untuk memperluas kolaborasi dalam isu energi bersih, perubahan iklim, dan pembangunan berkelanjutan.
Foto bersama peserta Community Gathering 2026 bertajuk #EnergiMasaKini di Perpustakaan Nyi Ageng Serang, Jakarta Selatan.
Jakarta, 3 Oktober 2026 — Generasi Energi Bersih (GenB) Indonesia menyelenggarakan Community Gathering 2026 bertajuk #EnergiMasaKini di Perpustakaan Nyi Ageng Serang, Jakarta Selatan, pada Sabtu (3/10). Mengusung tema “Bersama Lebih Kuat, Bergerak Lebih Jauh”, kegiatan ini mempertemukan 21 komunitas, institusi pendidikan, organisasi, dan individu untuk memperluas kolaborasi dalam isu energi bersih, perubahan iklim, dan pembangunan berkelanjutan.
Kegiatan ini menjadi ruang bagi para peserta untuk bertukar gagasan, memperkenalkan inisiatif, serta menjajaki peluang kolaborasi lintas komunitas. Selain memperkuat jejaring gerakan masyarakat sipil, Community Gathering 2026 juga menjadi bagian dari persiapan Koalisi Indonesia Bebas Emisi (KIBE) 2050, sebuah inisiatif kolaborasi masyarakat sipil yang digagas GenB bersama Institute for Essential Services Reform (IESR).
Melalui pertemuan ini, GenB Indonesia mendorong agar kesadaran terhadap perubahan iklim tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi berkembang menjadi partisipasi dan aksi kolektif yang berkelanjutan.
Memperkuat Kolaborasi melalui KIBE 2050
Salah satu agenda utama dalam Community Gathering 2026 adalah pengenalan KIBE 2050 sebagai ruang kolaborasi untuk memperkuat peran masyarakat sipil dalam mendorong transisi energi berkeadilan.
Dalam sesi tersebut, Izzatia Zikra Wahyuni, Campaign Specialist GenB Indonesia, menjelaskan pentingnya keputusan dan kebijakan yang diambil saat ini dalam membentuk sistem energi, mobilitas, serta pola konsumsi pada masa mendatang.
Transisi energi membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah dan sektor usaha hingga organisasi masyarakat sipil, komunitas, institusi pendidikan, dan generasi muda. Kolaborasi lintas sektor menjadi penting agar upaya penurunan emisi dapat berjalan seiring dengan prinsip keadilan dan kebutuhan masyarakat.
KIBE 2050 dikembangkan dengan empat mandat utama:
1. Advokasi kebijakan
Mendorong kebijakan publik yang mendukung transisi energi berkeadilan.
2. Rekomendasi kebijakan
Menghimpun aspirasi dan rekomendasi masyarakat sipil untuk disampaikan melalui dialog dengan pemangku kepentingan.
3. Kolaborasi lintas organisasi
Memperkuat kerja sama antara organisasi, institusi, komunitas, dan individu.
4. Kampanye publik
Memperluas kesadaran serta partisipasi masyarakat melalui gerakan dan kampanye bersama.
Sebagai bagian dari agenda tahun 2026, KIBE 2050 menyiapkan sejumlah kegiatan, termasuk Pawai KIBE 2050 untuk menyuarakan pesan emisi nol bersih di ruang publik, audiensi dengan pemangku kepentingan termasuk Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta SustainergyX Fest yang dirancang untuk memperluas partisipasi publik melalui seni, budaya, dan aktivitas komunitas.
Rangkaian agenda tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan antara edukasi publik, advokasi kebijakan, dan aksi nyata masyarakat dalam mendukung transisi energi.
Menghidupkan Literasi Transisi Energi dan Iklim
Selain memperkuat jejaring, kegiatan ini menyoroti pentingnya literasi energi dan iklim sebagai fondasi keterlibatan masyarakat. Peserta diajak memahami bahwa perubahan iklim bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga berkaitan dengan pilihan energi, pola mobilitas, konsumsi, dan arah pembangunan.
Pembahasan tersebut diangkat melalui diskusi panel bertajuk “Dari Tahu Jadi Mampu: Menghidupkan Literasi Transisi Energi & Iklim”. Diskusi dimoderatori oleh Lutfi Rosvadiana, Head of Division Program & Impact GenB Indonesia, dengan menghadirkan Khalifah Nur Ridayanti, Project Manager ASRI: Sustainability & ESG Movement, Kompas Gramedia, serta Ilham Maulana, National Chairperson GenB Indonesia.
Sesi ini menjadi ruang pertukaran perspektif mengenai pentingnya menerjemahkan pengetahuan menjadi kemampuan untuk mengambil keputusan dan berkontribusi dalam aksi keberlanjutan.
Pembelajaran dilanjutkan melalui lokakarya interaktif “Climate Now & Before”, yang mengajak peserta mengenali perubahan kondisi iklim dari masa ke masa melalui aktivitas partisipatif. Peserta juga diperkenalkan dengan Jejakkarbonku.id, sebuah platform untuk membantu mengenali jejak karbon individu dan memahami keterkaitan aktivitas sehari-hari dengan emisi.
Melalui pendekatan edukatif dan interaktif, GenB Indonesia berupaya menjadikan isu transisi energi dan perubahan iklim lebih dekat dengan kehidupan masyarakat, sekaligus mendorong kebiasaan yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Mempertemukan Beragam Gerakan dalam Satu Ruang Kolaborasi
Semangat kolaborasi dilanjutkan melalui sesi Community Showcase & Networking bertajuk “Satukan Aksi, Bangun Kolaborasi”. Sesi ini memberikan kesempatan kepada komunitas untuk memperkenalkan program, berbagi pengalaman, dan menjajaki peluang kerja sama yang dapat dikembangkan setelah kegiatan berlangsung.
Komunitas dan organisasi yang berpartisipasi meliputi Ecodeen, YOUCAN Indonesia, SRE IPB University, TrashRanger.id, AIESEC, BUMI Health Catalyst, Institut Hijau Indonesia dan Climate Corner, Karya Ilmiah Remaja SMAS Muhammadiyah 24, Komunitas Perempuan Berlari, Lelarian Asik, UI SDGs Summit 2026, River Ranger Jakarta, GenRe Indonesia Jakarta Utara, BEM Pendidikan Biologi Universitas Negeri Jakarta, dan HI Directions.
Keberagaman latar belakang peserta memperlihatkan adanya ruang untuk menghubungkan gerakan lingkungan dengan bidang pendidikan, kesehatan, kepemudaan, dan pembangunan berkelanjutan. Setiap komunitas memiliki pengalaman, kapasitas, dan jejaring yang dapat saling melengkapi dalam memperluas dampak gerakan.
Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Sulistoni Fakdillah, Ketua Sub Kelompok Deposit dan Kearifan Lokal Perpustakaan Nyi Ageng Serang. Pada penghujung acara, peserta mengikuti Commitment Ceremony KIBE 2050 Preparation sebagai penegasan komitmen untuk melanjutkan komunikasi dan mempersiapkan keterlibatan dalam inisiatif KIBE 2050.
Dari Pertemuan Menuju Aksi Bersama
Community Gathering 2026 menjadi salah satu langkah GenB Indonesia untuk membangun ekosistem kolaborasi yang lebih terbuka, inklusif, dan berkelanjutan. Pertemuan lintas komunitas tidak hanya memberikan kesempatan untuk saling mengenal, tetapi juga membuka ruang bagi penyelarasan gagasan dan pengembangan inisiatif bersama.
Melalui persiapan KIBE 2050, GenB Indonesia mendorong terbentuknya gerakan kolektif yang menghubungkan edukasi, advokasi, kampanye, dan praktik baik dalam mendukung transisi energi berkeadilan.
Ke depan, keberlanjutan kolaborasi akan menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa semangat yang dibangun melalui pertemuan ini dapat diterjemahkan menjadi kontribusi nyata. Dengan melibatkan lebih banyak komunitas dan memperluas partisipasi publik, upaya menuju Indonesia bebas emisi membutuhkan gerakan bersama yang konsisten, terukur, dan melibatkan berbagai lapisan masyarakat.
Tentang Generasi Energi Bersih (GenB) Indonesia
Generasi Energi Bersih (GenB) Indonesia merupakan gerakan kepemudaan yang mendorong partisipasi generasi muda dalam transisi energi dan pembangunan berkelanjutan. Melalui tiga pilar gerakan — Edukasi, Advokasi, serta Kampanye dan Praktik Baik — GenB berupaya memperluas literasi energi bersih, mendorong keterlibatan publik, dan membangun kolaborasi untuk mendukung masa depan rendah emisi.
Ikuti perkembangan dan kegiatan GenB Indonesia melalui Instagram @genergibersih dan kunjungi https://energibersih.org.
